Elegi Buat Ratna (3)

Sambungan dari cerita ke-2

Seminggu setelah itu dia menghubungi aku via handphone.

Ratna: Mas aku sudah dapat info dimana kita bisa menyewa hotel buat ML.
Ion: Di mana itu dik?
Ratna: Di hotel xxxxxxx, di sini privasi dan keamanan terjamin.
Ion: Ok deh, kapan kita kesana?
Ratna: Sekarang bisa?
Ion: Ok deh, aku jemput yach.
Ratna: Ok, aku tunggu.

Lokasi hotel ternyata di daerah pinggiran deket sebuah kampus PTS terkenal. Pertama kali kesana kami hanya lewat di depannya dulu untuk memastikan bahwa memang itu tempatnya, dan setelah agak jauh kami putar balik langsung menuju tempatnya. Ternyata hotel itu terdiri dari semacam kamar-kamar yang terpisah dan masing-masing mempunyai garasi sendiri. Begitu masuk pelataran hotel seorang office boy langsung memandu kami untuk memasuki salah satu kamar yang kosong.

Begitu sampai di dalam kami berdua langsung berpelukan dan saling mencium, aku langsung menarik keatas tank top yang dikenakannya dan langsung melepas bra nya sambil aku pilin-pilin ke dua putingnya. Tak mau ketinggalan dia langsung melepas sabuk yang aku kenakan dan melorotkan celana dan cd ku hingga penisku mengacung tegak pas di hadapannya dan langsung di lahapnya dengan rakus sambil mengulum dan mengelus-elus kedua buah pelirku, sambil aku buka baju aku juga melorotkan celana panjangnya. Karena nggak tahan di kulum langsung aja aku rebahin dia di tempat tidur lalu aku posisiin dia 69 supaya aku bisa menjilati memeknya yang ternyata wuih sedap banget bo. Ternyata ciuman bibirku di memeknya membuat dia terangsang banget sampai-sampai bibirku basah oleh cairan kewanitaannya yang berbau khas.

cunnilingus

Karena sudah lama pengen ML di tempat yang bebas atau karena sudah terangsang Ratna langsung aja melepas kulumannya pada penisku dan aku dipaksa terlentang hingga dia dengan ganasnya menaiki perutku dan mulai mengarahkan penisku ke lubang vagina nya yang sudah mulai basah.

Dengan wajah penuh nafsu dia menaik turunkan pantatnya dan sambil bergoyang terus-menerus membuat aku mau tidak mau harus ikut mengimbangi permainannya. Kedua pahanya aku remas-remas hingga hal ini membuat nafsunya makin menjadi-jadi. Karena merasa tidak tahan dengan posisi ini aku langsung saja membalik dia agar menungging hingga kita melakukan doggy style.

Sambil aku remas kedua payudaranya aku mengocok vaginanya lebih kencang hingga membuat dia semakin liar goyangannya. Lalu aku balik lagi tubuh Ratna dengan gaya konvensional dan langsung saja aku kulum kedua putingnya hingga membuat dia menggelinjang keenakan. Hingga akhirnya aku nggak tahan‚ "Oh Rat, aku dah mau keluar neh," dan tanpa disangka dia memaksa aku untuk telentang dan dia langsung saja mengulum penis ku denga rakusnya dan menyedot hingga aku sudah nggak tahan dan... "Ah, aku mau keluar neh."

Dia malah mempercepat kulumannya sampai aku memuncratkan spermaku masuk di mulutnya dan dia dengan ganas menyedot hingga sudah tidak ada lagi sperma yang tersisa, semua masuk di mulutnya yang mungil dan dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membuang sperma ku.

Aku tergeletak lemas setelah disedot penisku oleh Ratna hingga spermaku serasa habis masuk semua ke mulutnya. Dari kamar mandi dia langsung rebah di sampingku dan memeluk aku erat sekali. Dia tersenyum dan mengajak aku untuk ML lagi.

"Mas, ayo kita maen lagi yo," kata Ratna.
"Sebentar dong say, aku mau istirahat dulu ok," kataku. "Bagaimana rasanya spermaku say?" sambungku lagi.
"Wuih rasanya asin gimana gitu lho," katanya manja.
"Kalau pengen enak lagi tuh sperma kamu telan aja say," kataku lagi.
"Yang bener mas, masak enak?" Sambil berkata begitu dia mulai mengulum batang penisku yang masih tertunduk lemas.

Karena aku masih capek, terpaksa aku cuma diam aja rebahan di tempat tidur sambil menikmati sisa-sisa orgasme yang barusan dan kuluman bibirnya yang maut itu. Tidak berapa lama penisku sudah mengacung tegak dan tanpa berkata lagi dia langsung menaikki penisku dan mulai memasukkannya ke dalam lubang vaginanya. Dengan segera dia mengoyangkan pantatnya hingga membuat nafsuku langsung naik lagi. Sambil memutar-mutar pantatnya dia sesekali menjilati dadaku dan aku juga nggak mau ketinggalan meremas-remas payudaranya hingga suaranya mendesah-desah nggak karuan. Cukup lama dia di atasku sambil sesekali menduduki penisku agak lama yang menimbulkan sensasi luar biasa. Tak ketinggalan aku juga mengangkat tinggi-tinggi pantatku hingga serasa mentok ke lubang vagina nya. Karena capek dia meminta aku untuk di atas dan dia di bawah, kemudian aku miringkan tubuhnya dan aku masukkan penisku kedalam lubang vaginanya dari belakang lewat bawah kedua kakinya dan langsung aku sodok hingga masuk ke dalam lubang vaginanya.

"Terus mas, ohh rasanya mentok neh."

Kemudian aku ganti posisi dia tengkurap tapi pantatnya aku naikkan hingga membentuk segitiga tanpa melepas penisku dari vaginanya. Dan ternyata hal ini menambah sensasi yang luar biasa yang Ratna rasakan dan aku rasakan. Hingga karena aku tidak tahan langsung aku lepas penisku dan aku telentang yang langsung dilahap penisku dengan mulutnya serta di kocok-kocok dan dikulumnya dengan cepat dan dengan cepat serasa ada yang mendesak kepengen keluar dari ujung penisku.

blowjob

"Ohhh … ohh Rat aku sudah nggak tahan neh," dan dia mengerti maksudku hingga mengocok penisku lebih cepat dan... "Arrghh, oh …. Sayang aku mau keluar neh," hingga membuat dia lebih mengatup eratkan mulutnya dan menampung semua sperma yang aku keluarkan hingga habis dan dia langsung menelannya pelan-pelan sambil tersemyum kepadaku dan berkata, "Seperti apa yach, hi hi hi.." sambil tertawa. "Nikmat sekali sperma kamu mas."

Setelah itu kami saling berpelukan dan istirahat hingga kami ketiduran sambil saling berpelukan.

Setelah tidur yang cukup lama aku bangun dan ternyata Ratna masih tertidur pulas dalam pelukanku. Aku langsung ke kamar mandi membersihkan diri sambil hujan-hujanan di bawah shower, entah sudah berapa lama punggungku di guyur oleh air, tiba-tiba dari belakang Ratna memeluk tubuhku hingga buah dadanya menempel hangat di punggungku.

Sambil memeluk aku, tangan yang satunya memegang penisku dan mengosok-gosoknya hingga membuat perlahan-lahan tegak kembali. Mula-mula dia hanya mengosok-gosok saja, tapi lama-lama dia mulai arahkan mulutnya ke kepala penisku dan dikulumnya dengan lembut. Aku cuma bisa mendesah-desah di bawah shower sambil memegang kepala nya yang maju mundur melahap penisku dengan rakus.

Karena aku lelah jadi aku biarkan saja dia mengulum semaunya dan ternyata dia mengerti apa yang aku mau. Makin lama makin hot saja dia mengulumnya, tak terasa 10 menit sudah berlalu dan ternyata seperti ada yang mau keluar dari dalam pangkal penisku sehingga aku makin menekan kepalanya kearah penisku lebih keras dan akhirnya keluarlah spermaku dan langsung masuk ke mulutnya serta ditelan semuanya tanpa sisa sehingga kami berdua kelelahan duduk di bawah shower sambil menikmati derasnya air hangat yang keluar serasa mandi hujan.

Setelah mandi di bawah shower kami lanjutkan lagi tiduran di tempat tidur sambil menunggu pesanan makan siang yang tertunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar